Sebelum menulis artikel ini saya sempat kebingungan tentang arti Kesusastraan sehingga saya sulit mencari hubungan antara ilmu budaya dasar dengan kesusastraan, dan setelah mencari-cari akhirnya ketemu artinya yg berbunyi seperti ini, Secara etimologi (menurut asal-usul kata) kesusastraan berarti karangan yang indah. “sastra” (dari bahasa Sansekerta) artinya : tulisan, karangan. Akan tetapi sekarang pengertian “Kesusastraan” berkembang melebihi pengertian etimologi tersebut (From this web). Karena Kesustraan mengandung kata "Sastra", jadi saya akan menghubungkannya dengan sastra yang biasanya berhubungan dengan seni. Dan kesusastraan sendiri memiliki 4 bentuk, yaitu :
- Puisi
- Cerita Rekaan (fiksi)
- Essay dan Kritik
- Drama
Hubungan keempat bentuk kesusastraan diatas dengan ilmu budaya dasar saya akan jelaskan satu per satu.
- Puisi
- Cerita Rekaan (Fiksi)
- Essay dan Kritik
Essay itu merupakan salah satu bentuk karangan prosa yang biasanya mengemukakan opini penulis pada sebuah topik. Jadi Essay dibuat untuk mengkritik sesuatu yang tidak lazim terjadi dalam kehidupan, seperti kasus pembuatan WC dan kalender di DPR. Jika kita kreatif itu bisa kita buat menjadi sebuah essay.
Sedangkan Kritik karena ini berhubungan dengan kesusastraan maka kita sebut kritik sastra, merupakan hasil pengamatan sang kritikus terhadap keunggulan dan kelemahan suatu karya sastra. Ini bisa kita hubungkan dengan semua karya seni, kita ambil contoh saat seseorang menilai lukisan, menilai kualitas vokal seseorang, dsb.
- Drama
Kesimpulannya bahwa ilmu budaya dasar selalu berkaitan dengan sastra, karena dalam sastra selalu terdapat nilai-nilai kebudayaan. Kita harus melestarikan kebudayaan karena budaya adalah warisan dari nenek moyang kita, jadi sebagai penerusnya kita harus melestarikan kebudayaan yang kita miliki.






0 komentar:
Posting Komentar