Kalau ngomong masalah manusia pasti gak bakalan lepas dari yg namanya kebudayaan, karena saat manusia berkumpul itu akan membentuk suatu kebudayaan berbeda dengan yg lain. Kebudayaan itu sangat beragam baik di Indonesia maupu di seluruh dunia. Kita lihat saja kebudayaan yg ada di Indonesia itu banyak sekali karena Indonesia merupakan negara dengan beragam suku budaya,seperti suku sunda, suku batak, suku madura, dan lain-lain. Karena banyaknya budaya di Indonesia saya gak bisa jelasin satu persatu, tapi disini saya akan bahas tentang budaya suku sunda karena asal saya yg asli orang Sunda.
Nah kalu bicara tentang kebudayaan Sunda pun itu banyak lagi, karena di setiap daerah Sunda itu pasti punya perbedaan dengan daerah lain. Waduh makin banyak aja nih, udah mah budaya di Indonesia banyak, setiap sukunya pun punya banyak budaya yg berbeda lagi, pantes Indonesia jadi negara yg banyak budayanya. :-D
Tapi disini saya akan bahas tentang budaya Sunda di daerah asal saya yaitu kota Kuningan tercinta. Saya sangat menykai kota asal saya itu karena bagi saya disana adalah tempat paling nyaman yg pernah saya tempati, iklim disana stabil dan cenderung sejuk karena letaknya dibawah kaki gunung ciremai. Berbeda jauh dengan kota jakarta yg kalau musim kemarau panasnya minta mandi, dan kalau musim hujan banjirnya minta libur (-,-). Loh ko malah curhat saya, ya udah kita kembali ke masalah kita tentang manusia dan kebudayaan karena kalo curhat nanti tulisannya jadi kepanjangan. Hehe...
Bicara masalah budaya kota Kuningan juga ada banyak, tapi yang paling terkenal adalah "Upacara Seren Taun" yg biasa di adakan di desa Cigugur. Upacara Seren Taun adalah upacara adat panen padi masyarakat Sunda yang dilakukan tiap tahun. Upacara ini biasa dilaksanakan pada tanggal 22 Rayagung (Dzulhijjah), dalam upacara seren taun inilah dituturkan kembali kisah-kisah klasik pantun Sunda yang bercerita tentang perjalanan Pwah Aci Sahyang Sri yang dinobatkan sebagai dewi padi dan merupakan sumber bahan makanan utama yang memiliki pengaruh langsung kepada 20 sifat wujud manusia. Saat dilaksanakan upacara ini biasanya banyak orang dari luar kota berdatangan ke Kuningan untuk melihat upacara ini, dan bahkan para turis dari luar negeri pun datang untuk melihat. Wih.. bangga donk saya sebagai orang Kuningan (hehe... :-D)
Sebenarnya masih banyak kebudayaan dari kota Kuningan yg ingin saya bahas disini, tapi karena keterbatasan waktu jadi saya cukupkan sampai disini saja pembahasan kita, lain kali kalau ada kesempatan Insya Awloh saya lanjutkan.
Inti dari pembahasan ini yaitu kebudayaan terbentuk karena adanya campur tangan manusia dan karena manusia juga kebudayaan bisa hilang begitu saja. Karena kita sebagai manusia yg menciptakan kebudayaan kita juga harus bisa menjaga dan melestarikan kebudayaan yg ada agar kebudayaan yg kita miliki tidak hilang atau di klaim oleh orang lain. Seperti pepatah mengatakan bahwa "Mempertahankan itu lebih sulit dari pada mendapatkan", untuk itu kita harus sadar kalau kita punya sesuatu yg harus kita pertahankan.
"Sadarlah sebelum sesuatu yg tidak kita inginkan menyadarkan kita."
Kamis, 08 Maret 2012
Manusia dan Kebudayaan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar