Selasa, 13 Desember 2011

Individu, Keluarga dan Masyarakat

Pengertian keluarga ideal secara umum
Keluarga ideal adalah unit terkecil masyarakat yang terdiri kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul, tinggal di suatu tempat dalam keadaan saling ketergantungan. Di dalam keluarga ideal terdapat  lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

Tipe keluarga idea
Ada beberapa tipe keluarga ideal  yakni keluarga inti yang terdiri dari suami,istri, dan anak atau anak-anak, keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, dimana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua.: Selain itu terdapat juga keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.

Peranan keluarga ideal
Peranan keluarga ideal  menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga ideal didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat. Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga ideal adalah sebagai berikut :
Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Tugas keluarga ideal
Pada dasarnya tugas keluarga ideal  ada delapan tugas pokok sebagai berikut:
  
  1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
  2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
  3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
  4. Sosialisasi antar anggota keluarga.
  5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.
  6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
  7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
  8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.

Fungsi Keluarga ideal
Fungsi yang dijalankan keluarga ideal  adalah :

  1. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
  2. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
  3. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
  4. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
  5. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota     keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
  6. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
  7. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga,  seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya. 
  8. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya. 
  9. Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga

Sebetulnya definisi keluarga ideal itu cakupannya luas dan tidak tergantung pada satu titik dan definisi keluarga ideal itu berbeda-beda untuk setiap orang atau individual. saya ambil contoh definisi keluarga ideal menurut saya sendiri, menurut saya keluarga ideal adalah sebuah keluarga yang kehidupannya harmonis yg didalam keluarga tersebut komunikasi antar anggota keluarganya sangat terbuka sehingga menciptakan keakraban dalam keluarga. Untuk menciptakan keluarga ideal itu tidak mudah karena membutuhkan keikutsertaan dan kerja sama semua pihak keluarga karena jika salah satu pihak tidak ikut serta atau punya pemikiran yang berbeda biasanya akan sulit sekali membentuk sebuah keluarga ideal. Memang setiap orang itu punya pemikiran masing-masing yang berbeda dengan orang lain, tapi dengan kominikasi yang baik untuk menyampaikan aspirasi atau pun hal-hal yang dia inginkan itu akan membuat orang disekitarnya bisa mengerti keadaan dia dari pada dia hanya diam dan malah bertindak arogan dan tidak terkontrol.
Setiap orang pasti ingin mempunyai keluarga yang ideal yang mereka inginkan sehingga mereka bisa bahagia dalam menjalani hidup mereka, tapi terkadang orang ingin membentuk keluarga ideal tapi cara yang mereka gunakan tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan untuk membentuk keluarga ideal sehinggal hasilnya bukan keluarga ideal yang dia dapat mungkin bisa saja keluarganya tidak akan harmonis atau tidak sesuai yang mereka harapkan. Contohnya dalam kehidupan berumah tangga biasanya setelah menikah suami dan istri tidak semesra ketika mereka pacaran dulu sehingga dalam jangka panjang kurang komunikasi antar suami istri sehingga ketika ada masalah sepele saja dalam rumah tangga bisa jadi masalah yang besar karena biasaya hubungan yang kurang komunikasi akan saling menyalahkan dan tidak mau disalahkan sehingga masalah bukannya cepat selesai tapi malah menjadi panjang. Sebetulnya jika setelah menikah kemesraan mereka tidak berubah dari saat mereka berpacaran Insya Allah hubungan rumah tangga akan harmonis dan jika ada masalah akan cepat terselesaikan. Sebetulnya kedua suami istri tersebut ingin hubungan mereka seperti dulu lagi cuma karena gengsi dan malu jadi tidak ada yang mau memulai duluan dan lama kelamaan malah tidak melakukan sama sekali. Kemudian dari posisi anak, kita lihat biasanya orang tua cenderung tidak mau mendengarkan kata-kata anak yg berniat mengingatkan karena sebagai anak tidak pantas untuk memberitahu atau menasehati, tapi kebanyakan orang tua tidak mau mendengarkan dan menganggap anaknya itu menasehati. Ini bisa jadi pemicu keluarga tidak harmonis karena keterbukaan komunikasi terhambat hanya karena orang tua tidak mau mendengarkan apa yang anak katakan sehingga karena pemikiran anak masih labil anak tersebut bisa membenci orang tua dan jika dia nekad dia bisa kabur dari rumah dengan harapan jika kehilangan anaknya orang tua akan sadar bahwa apa yang anaknya harapkan itu penting dan menyesal tidak menurutinya. Cara seperti ini sebenarnya salah karena sifatnya mengancam dan jika berkepanjangan hasilnya tidak akan baik.
Jadi kesimpulannya bahwa sebuah keluarga ideal dapat dibangun jika semua anggota keluarga ikut serta dan bekerja sama untuk membangun keluarga yang ideal. Dan satu hal yang sangat penting untuk selalu diterapkan adalah jagalah komunikasi yang baik dan terbuka dalam keluarga agar aspirasi atau ide-ide dari setiap anggota keluarga bisa tersampaikan dan jika ada masalah dalam keluarga pun akan mudah terselesaikan. Luangkanlah waktu semingu sekali untuk berkumpul dengan keluarga dengan jalan-jalan ketempat rekreasi untuk menambah kedekatan dalam keluarga atau jika anda sibuk minimal luangkan waktu satu bula dua kali untuk berkumpul. Insya Allah itu semua ada manfaatnya untuk keluarga anda dan keluarga ideal yang anda harapkan pun bisa tercapai.


Source :

0 komentar:

Posting Komentar