Selasa, 20 Desember 2011

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Pengertian Pelapisan Sosial

Pengertian pelapisan sosial secara umum, Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).
Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).
Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
statifikasi sosial menurut max weber adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.

Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial

Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut.

Ukuran kekayaan

Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, yang tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.

Ukuran kekuasaan dan wewenang

Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

Ukuran kehormatan

Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:
  • Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
  • Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.

Dampak positif dari pelapisan sosial menurut saya hanya sedikit dan bahkan hampir tidak ada dampak positifnya, karena setiap orang dibedakan hanya dari hal kecil yang umumnya banyak orang bisa meraihnya, hanya masalah waktu saja untuk mendapatkannya. Dan biasanya orang yang menginginkan pelapisan sosial seperti ini adalah orang yang sudah memiliki kelebihan dari lahir seperti kekayaan, kekuasaan dan kehormatan. Orang-orang seperti ini cenderung membedakan orang lain yang tidak sama dengan dirinya karena menganggap dirinya paling baik dari yang lain. Padahal semua orang dinila sama dihadapan yang maha kuasa, kita dibedakan justru apa yang tidak kita lihat yaitu amal perbuatan kita.

Untuk dampak negatif dari pelapisan soasial yaitu mudahnya timbul perpecahan dan jauh dari persatuan, karena "Perbedaan atau tingkataan akan menimbulkan perpecahan". Meskipun semboyan negara kita Bhineka Tunggal Ika yang artinya meskipun kita berbeda-beda tapi kita satu tujuan, tapi yang namanya tingkatan pasti mudah menimbulkan perpecahan. Contoh kecilnya dalam pelayanan rumah sakit, orang yang punya uang banyak kelasnya dibedakan dan juga perawatannya juga didahulukan serta semua keperluannya dipercepat, tapi yang sering kita lihat di tv banyak orang yang tidak mampu dibiarkan oleh pihak rumah sakit padahal pasiennya dalam keadaan yang mengkhawatirkan. Belum lagi adanya sekolah yang khusus orang-orang kaya dan ada juga khusus orang-orang yang pintar, bagaimana orang Indonesia bisa pintar jika orang yang tidak pintar tidak bisa masuk kesana untuk menjadi pintar.

Masih banyak lagi contoh-contoh pelapisan sosial, tapi intinya janganlah kita membuat suatu perbedaan atau tingkatan dalam sebuah kebersamaan, itu hasilnya tidak akan baik dan bahkan akan menimbulkan perpecahan. "Satukanlah perbedaan, karena perbedaan itu indah."



Source :

0 komentar:

Posting Komentar